Hari Ini Dalam Sejarah 12 Februari 2019

Hari Ini Dalam Sejarah 12 Februari 2019

Hari Ini Dalam Sejarah 12 Februari 2019

12 Februari 1912…Kaisar Tiongkok Puyi yang masih berumur 6 tahun digulingkan. Dengan demikian, Kekaisaran China berakhir 200 tahunan dan Dinasti Manchu berakhir 267 tahun.

Setelah kematian pamannya pada usia tiga tahun, Puyi dicopot setelah Revolusi 1911. Pada tahun 1924, Puyi diam-diam meninggalkan Beijing dan menetap di koloni Jepang di Tianjin. Dia dinyatakan sebagai raja pada tanggal 9 Maret 1932 oleh Jepang, dan pada tahun 1934 dia dibawa ke kerajaan Kerajaan Manchuria Besar dengan nama Gangde. Pada Agustus 1945, sejak akhir Perang Dunia II, ia dipenjara oleh Rusia.

Pada tahun 1950, ia diekstradisi ke Tiongkok untuk diadili sebagai penjahat perang. Pada tahun 1959, ia bekerja di bengkel perbaikan mesin kebun botani di Beijing.

Bernardo Bertolucci membuat filmnya The Last Emperor, yang menarik banyak perhatian di seluruh dunia, yang menggambarkan autobiografi Puyi. Ia memenangkan Oscar di 9 cabang, termasuk film terbaik dan sutradara terbaik.

***

12 Februari 1914… Turki telah menggeluti dunia pengiriman surat pos via udara. Pesawat yang digunakan oleh pilot Kapten Ismail Hakki Bey membawa surat pertama antara Lefke dan Bilecik. Prangko pos udara, yang lebih mahal daripada ongkos kirim normal; penggunaan gambar seperti pesawat terbang, balon dan burung, sehingga mendorong munculnya penggunaan prangko.

***

Cenap Sahabettin yang merupakan salah satu penulis dan Penyair periode Serveti Fünûn meninggal dunia pada 12 Februari 1934 karena menderita pendarahan otak. Cenap Şahabettin, yang mendapatkan pendidikan yang baik, menerbitkan puisi pertamanya pada tahun 1885 di koran Saat. Dia menjadi salah satu penulis paling penting dari periode Serveti Fünûn, yang menentukan perjuangan Timur-Barat ke arah sastra Barat, yang telah berlanjut sejak 1860 di Kekaisaran Ottoman. Cenap Şahabettin yang merupakan penyair paling banyak mendapatkna kritikan pada masanya dengan puisi-puisi inovatifnya, menulis beberpa karya dan menyajikan karya teater.

***

Slobodan Milosevic, mantan Presiden Yugoslavia, diadili sejak 12 Februari 2002 di pengadilan kejahatan perang PBB. Milosevic, yang menghadapi 66 tuduhan kejahatan karena kejahatan yang dilakukann ya dalam perang Bosnia dan kejahatan terhadap kemanusiaan, menyerah pada April 2001 dan dikirim ke penjara Beograd. Milosevic meninggal sebelum proses persidangan berakhir.



Berita Terkait