Ekonomi Dunia (1)

Dana kekayaan digunakan oleh banyak negara di dunia. Terutama di negara-negara dengan tingkat tabungan yang rendah, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, terlibat langsung dalam hal menciptakan sumber daya untuk investasi jangka panjang.

Ekonomi Dunia (1)

Ada dua jenis dana kekayaan yang bersumber dari komoditas dan non-komoditas. Sumber yang terdiri dari pendapatan ekspor sumber daya alam yang mereka miliki dalam hal sumber daya modal seperti minyak dan komoditas gas alam adalah merupakan dana komoditas, sedangkan Surplus giro yang berasal perdagangan luar negeri, privatisasi, d dana dan cadangan devisa, merupakan dana komoditas dari luar.

Negara-negara dengan dana berbasis komoditas terbesar di dunia, yang kaya dengan sumber daya alam adalah Norwegia, Arab Saudi, Kuwait, UEA, Qatar dan Rusia. Norwegia adalah negara dengan dana investasi terbesar di dunia sebesar 847.6 milar dolar. Dana kekayaan Norwegia didapat dengan melakukan investasi ke perusahan-perusahan kelas dunia seperti Nestle, Royal Dutch Shell, Apple, Roche Holding, Novartis, Alphabet dan Microsoft.

Negara-negara seperti China, Hong Kong dan Singapura memiliki dana lebih yang dihasilkan oleh adanya ekspor non-komoditas. Dari negara-negara ini, China adalah negara dengan dana kekayaan non-komoditas terbesar senilai 813.8 miliar dolar, yang melakukan investasi dikutip dari Prakarsa Jalur Sutra Baru dan proyek Infrastruktur Investasi Bank Asia.

Saat ini, tujuan dari operasi dana kekayaan ditujukan untuk pertumbuhan dan pelestarian kesejahteraan nasional ekonomi generasi berikutnya, memastikan stabilitas keuangan kebijakan ekonomi makro dan sebagai pendukung pembangunan ekonomi.

Kontribusi dana kekayaan untuk mendanai perekonomian negara yang menunjukkan dirinya di banyak bidang. Dana ini dengan arus modal masuk, terutama untuk negara-negara berkembang, merupakan kaki terdepan  yang juga dikenal untuk memberikan perlawanan terhadap perekonomian negara terhadap fluktuasi yang dapat membuat guncangan internal dan eksternal. Selain itu, dalam bidang-bidang seperti perlindungan pembiayaan proyek raksasa dan stabilitas sistem keuangan dengan memberikan aliran likuiditas di pasar adalah sesuatu yang menarik perhatian dana kekayaan.

Baik negara maju dan negara berkembang, peningkatan dana kekayaan setiap harinya sejak tahun 2016, mencapai 7,4 triliun dolar. Sebanyak 40 persen negara di dunia atau sekitar 80 lebih negara yang dana kekayaan dari sumber daya alam di Timur Tengah difokuskan pada ekspor dan pusat-pusat keuangan dan Asia Tengah serta terkonsentrasi di Timur Jauh.

Dana kekayaan negara-negara G-20 selain Turki, 26 Agustus 2016 di Turki telah membentuk lembaga tersebut  . Modal awal untuk dana ini, dibayar oleh dana privatisasi dan akan bertindak sebagai kegiatan yang terhubung dengan Perdana Menteri.

Dana Kekayaan Turki bertujuan untuk mencegah kerentanan modal lazim dengan negara-negara berkembang, untuk pembiayaan infrastruktur dan proyek-proyek energi utama, meningkatkan penggunaan aset keuangan Islam, untuk memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan tingkat tabungan rendah. 

Selain itu, dana kekayaan Turki khususnya untuk pengembangan lokomotif dengan investasi sektor riil, seta dengan menyediakan kepentingan strategis bagi perusahaan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan, juga untuk ekonomi yang tinggi dan diharapkan berkelanjutan untuk pertumbuhan dan untuk menyediakan sumber daya yang signifikan untuk membuka jalan yang memastikan stabilitas ekonomi.

Berbeda dengan aset yang ada, dana kekayaan dan komoditas yang didirikan di Turki berbeda yang membuat menarik perhatian negara-negara berkembang.

Akibatnya, dana kekayaan yang bertujuan untuk pendapatan komoditas dan surplus transaksi yang berjalan, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian dalam jangka panjang di negara itu, telah digunakan selama bertahun-tahun di banyak negara maju dan berkembang. Dalam konteks ini, jelas bahwa komoditas dan non-komoditas pasokan Turki akan terjadi serta dengan dana kekayaan dapat memberikan bimbingan dalam mencapai tujuan Turki.



Berita Terkait