Ekonomi Dunia (39)

Presiden Erdoğan yang pergi ke New York untuk Majelis umum PBB ke 72, sekaligus bertemu dengan pemimpin pemimpin dunia serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pertemuan pertemuan penting lainnya.

Ekonomi Dunia (39)

Pada pemimpin pemimpin dunia, Erdoğan menyampaikan pesan penting tentang perdamaian, kemakmuran dan tujuan dunia yang bisa dilanjutkan saat berpidato di majelis umum PBB yang ke 72. Pada pidatonya tersebut, presiden erdogan mengedepankan tentang krisis suriah, pengungsi, kerekrasan di Myanmar, referendum di Irak dan permasalahan di Qatar.

Perdamaian global yang dihadapkan dengan ancaman yang berunsur keadilan dunia, kemananan dan perekonomian menjadi masalah yang perlu diakomodasikan. Dalam hal ini tema yang pertama kali dibahas Erdoğan mengenai dampak krisis yang berlangsung di suriah terhadap Turki. Seperti yang kita ketahui jika turki menggunakan semua kemampuan untuk mencari solusi krisis suriah dari segi politik, membantu warga warga sipil menjadi pengungsi. Lebih dari 3 juta warga Suriah yang menjadi pengungsi diberikan perlindungan, tempat tinggal, baham makanan dan layanan kesehatan yang mana Turki bisa dijadiken sebagai contoh untuk dunia. Bantuan dari turki untuk pengungsi suroah yang hingga mencapai 30 miliar dolar, sama dengan jumlah bantuan bantuan yang diberikan oleh semua negara di dunia. Sebagai contoh, bantuan 800 juta euro yang dihimpun oleh Uni Eropa lebih sedikit dari jumlah hang diberikan oleh Turki, negara dengan perkembangan ekonomi ke 17 di dunia.

Selain itu, pertolongan terhadap kemanusiaan ini tak terbatas untuk pengungsi Suriah. Akhir-akhir inipun turki memulai bantuan untuk krisis kemanusiaan yang dialami warga muslim di arakan. Selain meberikan bantuan bantuan kemanusiaan, dalam rangka mencari solusi atas krisis yang ada LSM-LSM seperti TİKA, Kizilay, dan AFAD mengontak dan melakukam pertemuan dengan berbagai partner baik lokal maupun internasional. Poin pentingnya ialah Pada tahap awal, turki menjalin kerjasama yang diawali kerjasama Dengan organisasi islam untuk mencari solusi dari masalah yang ada.

Tema lain yang diangkat Erdoğan pada pidato PBB nya adalah referendum yang dilaksanakan di daerah kurdi di irak pada 25 september ini. Erdoğan yang mengisyaratkan oposisi terhadap referendum, mengisyaratkan jika akan berdampak parah bagi daerah yang terpisah dari hasil referendum. Seperti yang diketahui jika daerah irak yang dikelola kurdi memiliki pendapadan dari hasil ekspor minyak bumi dan Kirkuk-ovary pipeline memiliki andil yang besar dalam hal ini. Adanya pengelola dikawasan tersebut akan memainkan peran penting dalam penentuan harga ekspor minyak bumi. Selain minyak bumi, dengan tidak adanya rederendum, akan melanjutkan kerjasama ekonimi yang ada di pintu perbatasan bagian Habur. Tema lain yang diangkat erdogana ialah kiris teluk yang dialami di qatar yang kemungkinan berdampak negatif bagi sektor investasi, perdagangan di daerah teluk atau harga global minyak bumi. Qatar yang hingga kini menjadi negara pemimpin ekspor minyak bumi, sangan menentukam arah pada perekonomian daerah sekitarnya.

Poin terakhir yang disampaikan erdogan di pidato PBB yang dikelola 5 negara besar tersebut ialah menjelaskan pemberhentikan sistem pengambilan keputusan yang mana banyak negara yang mulai berkembang setelah berakhirnya perang dunia kedua. Organisasi PBB yang dibentuk dengan tujuan untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran dunia, hingga kini tidak memberikan solusi yang fungsional terhadap masalah masalah yang ada. Dan akhirnya atas nama dunia, agar perdamaian tetap terjaga terus menerus perlu adanya reformasi di dalam badan PBB.

Program  Ekonomi Dunia karya Prof. Dr. Erdal Tanas Karagöl.



Berita Terkait