Eko Politik (38)

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Departemen Ekonomi, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt

Eko Politik (38)

Pekan lalu, Bank Sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunganya sebesar 625  poin, yang akan menjadi kenaikan suku bunga tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Setelah muncul data inflasi pada awal September, Bank Sentral kembali mengeluarkan kebijakan moneter. Oleh karena itu, keputusan suku bunga di pasar juga memiliki dampak tertentu pada nilai tukar mata uang. Bahkan dalam periode ini, Turkish Lira mendapatkan nilai jika dihadapkan dengan dolar. Meskipun setelah keputusan tentang kenaikan suku bunga terjadi penurunan dalam nilai tukar, belum bisa dikatakan bahwa stabilitas penuh telah tercapai. Masih ada masalah yang serius dalam bidang investasi Tentu saja, Ekonomi Turki telah memasuki periode stabilisasi di sektor riil bersama-sama dengan kebutuhan yang terus meningkat untuk mengelola ekspektasi atas nama sektor keuangan yang berkelanjutan.

Dengan keputusan Bank Sentral yang menaikkan suku bunga sebesar 625 poin dasar, tingkat repo mingguan mengalami peningkatan dari 17.75 menjadi 24. Faktanya, meskipun ekspektasinya berkisar antara 250-700 poin dasar, penting untuk mengatakan bahwa Bank Sentral yang telah meningkatkan suku bunganya sebesar 625 poin dasar, telah melampaui ekspektasi rata-rata.

Keputusan menaikkan suku bunga, menjadikan kurs USD / TL turun menjadi 6,01. Namun, seperti yang diketahui, kenaikan suku bunga berefek pada nilai tukar jangka pendek. Jadi tidak realistis jika mengharapkan peningkatan ini berdampak pada jangka panjang dalam mengendalikan pergerakan nilai tukar.

Di sisi lain, perlu untuk mengevaluasi keputusan ini melalui saluran investor. Suku bunga tinggi menjadi hambatan bagi sektor riil dan memperlambat investasi yang merupakan kekuatan motor pertumbuhan. Dalam proses ini, dapat disimpulkan bahwa investor harus berjuang dengan sekuat tenaga.

Tidak mungkin menjelaskan pergerakan nilai tukar dengan indikator ekonomi makro apa pun. Oleh karena itu, perlu memimanlisir efek negatif dalam manajemen ekonomi Turki, untuk meningkatkan ekonomi Turki secara berkelanjutan.

Di sektor publik, lembaga publik direncanakan menutup kantor yang kosong, membatasi penggunaan kendaraan di sektor publik dan membatasi perekrutan personil. Semua ini dapat dianggap sebagai langkah yang cukup tepat dan perlu untuk diambil.

Di sisi lain, diperlukan untuk menggambarkan Program Jangka Menengah (MTP) dengan benar, dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi hari ini dan target makro yang realistis dengan baik, yang dapat menjadi gambaran yang jelas yang disajikan untuk para investor.

Perlu menggarisbawahi kebutuhan dinamika perekonomian Turki. Turki mencoba memainkan peran dalam menentukan nilai tukar, dengan manajemen ekonomi Turki yang kuat dan tepat.

Dengan demikian, periode stabilisasi yang diikuti oleh struktur yang lebih kuat dan berkelanjutan, berjalan dengan rasa penuh percaya diri untuk mencapai tujuan pertumbuhan yang stabil dan inklusif.

Ekonomi Turki yang tumbuh 5,2 persen pada kuartal kedua 2018, di paruh pertama tahun ini pertumbuhannya mencapai sekitar 6 persen. Perkembangan ekonomi Turki pada semester pertama 2018 yang sangat posiitif, meskipun pada tahun 2016 terjadai upaya kudeta gagal, menunjukkan kinerja yang sukses yang dialami oleh perekonomian Turki.

Pendek kata, tidak diragukan lagi, sebagai balasan dari serangan itu, ekonomi Turki memiliki masa depan yang cerah di masa yang akan datang.



Berita Terkait