Hari Ini Dalam Sejarah 11 Februari 2019

Hari Ini Dalam Sejarah 11 Februari 2019

Hari Ini Dalam Sejarah 11 Februari 2019

11 Februari 1650… Matematikawan, ilmuwan, dan filsuf Prancis René Descartes meninggal dunia. Descartes, salah satu nama yang paling penting dalam bidang filsafat Barat, meletakkan dasar sistem pemikiran dengan filsafat dan pelajaran matematika dari kelompok Jesuit di masa mudanya. Pada akhir 16 tahun perjalanannya, ia menetap di Belanda, yang memiliki kebebasan berekspresi terluas. Pada 1637 ia menerbitkan karya yang berjudul “Metode Berpidato” dan pada tahun 1641 juga menerbitkan karya yang berjudul “Meditasi.” Dia merangkum kajian filsafat yang dia kembangkan tentang keraguan dan pemikiran dengan kalimat  "Saya berpikir, maka saya ada". Dia berkunjung ke Stockholm, atas undangan Ratu Swedia, Christina, kemudia dia meninggal dunia karena penyakit paru-paru yang parah.

***

Penemu Inggris Robert Fulton mematenkan kapal uap pada 11 Februari 1809. Fulton, yang tertarik untuk mengajar di masa muda tetapi kemudian meninggalkan gambar dan beralih ke teknik. Setelah mematenkan penemuan seperti mesin pemotong marmer, mesin rajut tali, ia pergi ke Paris pada 1797. Di Prancis, Fulton meluncurkan kapal pertamanya pada 1803 saat bekerja di kapal uap lama. Namun, kapal ini tidak menarik perhatian pemerintah Prancis. Beberapa tahun kemudian dia pergi ke Amerika dan menguji karya-karyanya. Kapal Fulton adalah kapal pertama yang bergerak di air tanpa menggunakan layar atau dayung, dan pemerintah AS tertarik dengan karya tersebut. Pada 1815, Fulton menghasilkan kapal perang uap pertama atas permintaan pemerintah Amerika.

***

11 Februari 1965… Surat kabar Yeni Adana memenangkan World Press Achievement Award.

Sejarah 25 Desember 1918. Perang Dunia I selesai, Kekaisaran Ottoman dikalahkan dan wilayah kekuasaan mulai dibagi sesuai dengan perjanjian. Adana yang terletak di Turki bagian selatan dan sekitarnya diduduki oleh Perancis. Hanya 5 hari setelah invasi ini, sebuah surat kabar mulai diterbitkan, membela wilayah tanah air; "Adana Newspaper". Tentu saja, surat kabar itu merupakan reaksi terhadap Prancis dan kemudian ditutup. Pemilik surat kabar Ahmet Remzi Bey dan Petugas Cadangan asal Yozgat Mehmet Avni Dogan, yang menerima adanya invasi ini, 5 hari kemudian menerbitkan koran yang bertajuk "New Adana Newspaper." Namun kemudian percetakan mereka kembali ditutup. Mereka pergi ke kota-kota lain dan berhasil menerbitakan kembali koran mereka. New Adana Newspaper memberitakan apa yang terjadi di Anatolia.

Pada tahun 1965, surat kabar ini menerima World Press Achievement Award. Ini adalah koran Turki pertama dan satu-satunya yang menerima penghargaan itu.

***

Pada 11 Februari 2006, para arkeolog Jerman menemukan tanda-tanda di Göbekli Tepe di Şanlıurfa yang merupakan sistem berita umat manusia tertua, yang merupakan bentuk tulisan primordial yang digunakan saat itu. Penelitian tentang Göbekli Tepe, komunitas struktur sekte tertua yang diketahui di dunia yang terletak di dekat desa Örencik Şanlıurfa, masih sangat intensif dilakukan.



Berita Terkait