Legenda Anatolia 1 (Troya)

Pada kesempatan kali ini kami mulai dengan Pahlawan Troya yang saat ini berada diprovinsi Çanakkale.

Legenda Anatolia 1 (Troya)

Anatolia Turki yang akan kami paparkan adalah pahlawan yang hingga saat ini menjadi kenangan tersendiri bagi warga Turki. Setiap budaya pastinya mempunyai pahlawan tersendiri, namun pahlawan Turki mempunyai keunikan tersendiri. Pada kesempatan kali ini kami mulai dengan Pahlawan Troya yang saat ini berada diprovinsi Çanakkale. Sastra Barat sering kali menyebutkan bahwa pahlawan yang terkenal juga dikawasan Izmir dan dituliskan oleh Homeros dalam kisahnya bernama iliad dan Odyssey.

Disebutkan secara singkat dalam kisah tersebut bahwa suku Aka dari Yunani datang kekawasan Troya dengan menggunakan kuda-kuda berikut persenjataannya. Konon cerita ini pula yang menjadi pelopor utama adanya kaitan sejarah antara sastra Barat dan Timur. Setelah sekian lamanya kejadian Troya terjadi, kemudian pada tahun 1880 diangkat kembali oleh seorang arkeolog asal Jerman bernama Schliemann dengan karyanya bernama Cerita Troya. Setelah peninggalan Troya ditemukan dan kemudian peninggalan dari Homeros tersebut dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para peneliti.

Kota Troya atau dikenal juga dengan kawasan Troas berada di Gunung Ida bagian Barat. Nama Yunani Kunonya adalah Ida namun dalam orang-orang Turki menyebutnya sebagai Gunung Kaz yang berarti pelindung bagi kawasan Troya.

Konon raja Troya pertama bernama Raja Primos membuka jalan-jalan menuju Troya untuk pertama kalinya sebagai bentuk persembahan bagi putra pertamanya yang bernama Paris, selain itu Raja Primos juga menyembelih hewan sebagai bentuk persembahan kepada penguasa Gunung Ida. Setelah itu konon dengan dilindungi oleh seekor beruang mereka pun hidup dengan mengandalkan dari hewan buruan.

Setelah Paris menginjak dewasa, menurut salah satu ‘Tuhan’ dalam mitologi Yunani Kuno bernama Zeus, keduanya membuatkan sebuah penjamuan untuk Achilles yang memuja Eris yang disebutkan pula sebagai ‘Tuhan’ yang tak pernah tidur dan cemburu. Antara Eris dan Zeus keduanya pernah saling bertemu dan pernah digambarkan pula dalam sebuah lukisan bahwa kedua sama-sama memberi buah apel sebagai bentuk persaudaraan.  Selain itu dalam tokoh Troya disebutkan pula ‘Tuhan’ Aphrodite yang diyakini sebagai pemberi cinta dan keindahan. Dalam mitologi Yunani disebutkan pula bahwa dirinya pergi ke Athena dan menikahkan Zeus dengan istri pertamanya bernama Hera. Zeus yang saat itu berada di Athena dan mendengar akan adanya peperangan di Gunung Ida, langsung memerintahkan kepada Paris putra dari Raja Primos untuk mempersiapkan pasukan senjata.

Setelah sampai ke Gunung Ida, ketiga ‘Tuhan’ dalam mitologi Yunani Kuno langsung membantunya dalam memerangi musuh. Setelah Aphrodite meninggal tahtanya diberikan kepada wanita tercantik yang berada di Athena kala itu bernama Helen. Hera yang merupakan istri dari Zeus dinobatkan pula sebagai Putri Asia dan Eropa. Paris yang merupakan anak seorang raja kemudian jatuh cinta kepada Helen yang merupakan perempuan tercantik kala itu. Dalam waktu yang sangat singkat Paris pun pergi ke Athena dan membawa wanita idamannya itu ke Troya. Dari situlah konon bangsa Aka yang berada di Yunani berbondong-bondong mendatangi kawasan Troya dengan dukungan dari Paris dan Helen.



Berita Terkait