Harta Kebudayaan Turki 50 (Museum Maulana Konya)

Harta Kebudayaan Turki kali ini akan mengajak anda kekota Konya yang mana merupakan pusat kebudayaan Anatolia bernama Musium Pemakaman Maulana Jalâluddîn ar-Rûmî.

Harta Kebudayaan Turki 50 (Museum Maulana Konya)

Datang dan datanglah apapun yang terjadi.

Meskipun anda seorang kafir bahkan majusi (Persia Kuno).

Atau bahkan anda mungkin seorang penyembah berhala.

Tempat ibadah tarikat kami bukanlah tempat ibadah tarikat yang tanpa harapan.

Datanglah meskipun taubatmu sudah terpupus selama ratusan kali.

Kami hanya akan menjauhkan diri kami dari kebencian.
Manusia terlahir suci dan tidak akan menyebarkan kebencian kepada saudaranya.

Mendekatlah! Dan lebih mendekatlah! Akhir dari kehidupan adalah cahaya terang.

Engkau adalah aku, dan aku adalah kamu, kita adalah bersama. Apakah engkau tidak bahagia bersama aku.

Setelah aku meninggal janganlah mencari makamku!

Makanku hanya orang-orang bertakwa yang tahu.

-Maulana Jalâluddin ar-Rûmî-

Ar-Rûmi adalah filosof, ulama dan penyair yang hidup pada abad ke-12. Penyair asal Turki ini salah satu yang terkenal didunia. Terlahir pada tahun 1207 dikota Belh Asia Tengah (Afghanistan) dan meninggal dikota Konya Turki pada tahun 1273. 17 Desember adalah hari dimana diperingati tanggal wafatnya dan biasanya dikenal dengan nama Seb-i Aruz. Tanggal tersebut selalu diperingati diberbagai tempat terutama Konya sebagai bentuk kecintaan kepada pelopor tari sufi tersebut. Peringatan Seb-i Aruz dirayakan tidak hanya oleh umat muslim saja, namun dirayakan pula oleh beberapa pemuka agama lain dan penutur bahasa diluar bahasa Turki.

Beliau datang kekawasan Anatolia bersama ayahandanya yang juga merupakan seorang ulama bernama Sultan Muhammad Veled. Sepeninggalnya ayahnya yang mempunyai tempat perkumpulan untuk mengaji dan menggali makna-makna Ilahi, ar-Rûmi melanjutkan jejak ayahanda dengan dukungan dari raja Dinasti Seljuk Anatolia. Kegiatannya yang dikenal dan dicintai oleh banyak orang tersebut bernama Mesnevi (penggagas puisi).                                              

Maulana Jalaluddîn ar-Rûmi hidup ketika Dinasti Seljuk Turki sempat diserang oleh pasukan Mongolia atau kala itu disebut ‘’Zaman Baru’’. Ar-Rûmi juga hidup dalam perlindungan kerajaan karena kepandaiannya dalam beragama dan berpolitik. Selain itu beliau juga sangat pandai dalam membentuk hubungan dan persaudaraan bersama orang lain. Pihak kerajaan sangatlah menaruh hormat kepada ar-Rûmi dan ayahandanya sehingga dihadiahi sebuah tempat untuk beribadah dan kegiatan keagaam lain dihalaman istana yang selalu dihiasi dengan bunga mawar. Pada tahun 1273 atau tahun dimana wafatnya, taman berhiaskan bungan mawar tersebut saat ini adalah tempat beliau berisitirahat dalam keabadian. Penggagas makamnya adalah pihak kerajaan Dinasti Seljuk yang biasa dikenal dengan Kubah Hijau. Tempatnya tepat berada ditengah-tengah musium dan makam ar-Rûmi tepat ada dibawah Kubah Hijau tersebut. Dinding-dinding yang menghiasi musium juga berasal dari keramik-keramik khas Dinasti Seljuk. Hingga saat ini penganut sufi dan tarikat dari berbagai belahan dunia sering datang untuk sekedar berjiarah. Bangunan yang mirip masjid tersebut berisi pemakaman ar-Rûmi dan beberapa ulama Turki klasik lainnya, selain itu beberapa peninggalan kaligrafi serta buku-buku manuskrip karangannya juga dipertontonkan dimusium tersebut. Pada masa kerajaan Dinasti Utsmani Turki berkuasa di Turki, kawasan ziarah pemakaman ar-Rûmi dengan sengaja diperlebar atas perintah para raja-raja. Hal ini untuk supaya tarian khas sufi Maulana Jalâluddîn ar-Rûmi tetap terjaga dengan adanya beberapa fasilitas tempat yang didirikan tepat disamping tempat pemakamannya.

Tempat pemakaman Maulana Jalâluddîn ar-Rûmi adalah musium teramai yang dikunjungi para wisatawan setelah Istana Topkapı yang berada dikota Istanbul, selain gratis tempat tersebut juga sangat menarik karena peninggalannya yang sangat menakjubkan bagi umat manusia. Dikota Konya juga banyak terdapat berbagai peninggalan Dinasti Seljuk Turki seperti madrasah, pemakaman wali dan masjid-masjid bersejarah lainnya.



Berita Terkait