Harta Kebudayaan Turki 51 (Musium Sarnıcı Yerebatan)

Pada kesempatan minggu kali ini dalam program Harta Kebudayaan Turki, kami akan mengajak anda kesalah satu kawasan pariwisata dikota Istanbul yaitu Musium Sarnıcı Yerebatan yang berada disebelah barat bangunan Aya Sofya.

Harta Kebudayaan Turki 51 (Musium Sarnıcı Yerebatan)

Dahulunya konon bangunan ini digunakan untuk menyetok air hujan yang kemudian akan digunakan ketika ada yang membutuhkan. Kawasan ini dikenal juga sebagai bangunan khas bangsa Romawi atau Basilika. 

Sarnıç dibangun pada masa tahun 527-565 ketika masa Kerajaan Romawi Timur dengan rajanya bernama Yustinianus I. Konon karena bentuk bangunannya yang mengarah kebawah dan ketika melihat ke atas seperti bentuk tebing, oleh karenanya diberi nama dalam bahasa Turki ‘’Yerebatan Sarnıcı’’. Sarnıç mempunyai panjang 140 meter, lebar 70 meter dan setiap ruangnya mempunyai tinggi 9 meter. Ketika anda mengunjungi Sarnıç maka anda seperti ada didunia lain, karya anak manusia ini dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik dikawasan Turki dan khususnya Istanbul. Dapat dibayangkan bangunan Sarnıç sudah berdiri semenjak 1500 tahun silam dengan pengetahuan teknik pembangunannya. Dahulunya dari kawasan ini pula Kerajaan Romawi Timur dan kota Istanbul memanfaatkan air hujan untuk ditampung agar supaya ketika terjadi krisis air dapat dimanfaatkan. Lantai bawah Sarnıç konon dahulunya dibuat dari bahan bata dan kemudian dilapisi dengan bahan beton sehingga menjadi kokoh, konon pula biayanya atas sumbangsih dari Horasan Iran. Dengan desain yang teratur dipastikan air akan tertampung dan air pun tidak akan merusak dinding-dinding beserta tiang pancang yang ada dilantai dasar Sarnıç. Sekitar 9800 meter persegi luas wilayah dan dapat menampung kurang lebih kapasitas 100 ribu ton air. Diarah pojok barat terdapat dua kepala Medusa atau bisa dikenal sebagai makhluk cantik berambut ular dalam mitologi Yunani Kuno, konon simbol tersebut sebagai makhluk pelindung. Pada zaman penaklukan Istanbul dan umat muslim berbondong-bondong mendiami kota Istanbul, Kerajaan Utsmani Turki menyatakan bahwa air yang terdapat dikawasan tersebut tidak bersih dan kurang layak untuk dibuat bersuci karena salah satu alasan dalam hukum Islam (Fikih) adalah air yang digunakan untuk bersuci haruslah mengalir. Air tampungan dari Sarnıç akhirnya dipergunakan untuk menyirami taman-taman yang ada di Istana Topkapı Sarayı. Seorang peneliti ahli dari negri Belanda datang ke Istanbul pada tahun 1544 dan menyatakan kesetujuannya tentang keputusan air dari Sarnıç untuk hanya menyirami tanaman. Tingkat kelembaban dan kurangnya sirkulasi udara yang ada dikawasan Sarnıç sering menjadi perhatian bagi para peneliti, namun patut kita ketahui bersama bahwa kawasan tersebut adalah salah satu karya anak manusia yang menakjubkan.

Dalam kesusasteraan dan seni film kawasan Sarnıç atau Yerebatan Sarnıcı sudah diambil dokumentasinya, beberapa diantaranya terdapat dalam film yang diperankan oleh Tom Hanks dan Inferno-Hell. Setelah bumingnya film tersebut, pesona pemandangan Istanbul juga sekaligus mengundang para penonton asing untuk mendatangi kota Istanbul yang eksotis. Saat ini kawasan Sarnıç sudah diputuskan oleh Pemerintahan Kota Istanbul untuk dijadikan peninggalan bersejarah berbentuk musium. Berbagai kegiatan juga kerap sekali diadakan disana dan khususnya jalan-jalan.



Berita Terkait