Hubungan Turki dan Eurasia (46)

Salah satu simbol kebangkitan nasional yang paling penting di Dunia Turki adalah Tuan İsmail Gaspıralı (1851-1914).

Hubungan Turki dan Eurasia (46)

Gaspıralı adalah teoretikus pengggagas dan persatuan hati dan fikiran. Kami akan menganalisis kenangan tentang Tuan Ismail dan karya-karyanya di program kami minggu ini.

Akan kami kami sajikan tema tentang ini dari Asisten Profesor Dr. Cemil Doğaç İpek Departemen Antar Bangsa Universitas Ataturk.

      Saat disebut gagasan persatuan di Dunia Turki, nama pertama yang terlintas di pikiran adalah İsmail Gaspıralı. İsmail Gaspıralı lahir di Avcıköy dekat Krimea-Bahçesaray. Pendidikan yang dikenyamnya di sekolah-sekolah Rusia membentuk rasa nasionalismenya. Sikap Anti-Turki yang ada di Tsar Rusia, menumbuhkan kesadaran nasionalisme Gaspıralı terbangun. Pada tahun 1868, ia mulai mengajar bahasa Rusia di Bahçesaray. Pada tahun 1872, ia meninggalkan Krimea dan pergi ke Paris untuk sekolah. İsmail Gaspıralı, yang menghabiskan usianya dua tahun di Paris, dalam kesempatan ini ia mengamati dengan seksama peradaban Barat.

     Ismail Gaspıralı, yang berdarah Turki Tatar Krimea, mengatakan bahwa orang Turki akan menderita jika tidak bersatu; "Jika kita terus seperti ini, masa depan orang Turki di Rusia akan gelap." Menurut Gaspıralı (di Rusia dikatakan bahwa namanya berbeda, namun aslinya sama), masyarakat Turki menghadapi bahaya besar, mereka akan hilang di laut Slavia yang mengelilingi mereka jika mereka terus bersitegang satu sama lain. Mereka harus bertindak bersama untuk menyingkirkan perpecahan. Gaspıralı percaya bahwa orang-orang Turki, yang khawatir dengan prospek mereka di Tsar Rusia, dengan menggunakan bahasa Turki yang sama mereka dapat bersatu untuk mempertahankan eksistensinya. Dia menulis sebuah surat kabar untuk mewujudkan cita-cita ini. Koran ini, yang membahas seluruh dunia Turki, diterbitkan dalam bahasa Turki yang sederhana. Surat kabar ini bernama "Tercüman," yang diterbitkan dengan slogan "bersatu dalam bahasa, gagasan dan tindakan." Dengan diterbitkannya Koran Tercüman oleh Ismail Gaspıralı pada tahun 1883, sebuah revolusi dalam kebangkitan nasional dan ideologis seluruh Dunia Turki, khususnya orang-orang Turki Rusia mulai muncul. Koran Tercüman yang diterbitkan Tuan İsmail Gaspıralı dibaca oleh para intelektual di seluruh penjuru Dunia Turki, terutama di Istanbul. Ia melihat adanya antusiasme dan reputasi yang besar terutama di Azerbaijan dan Krimea. Gerakan intelektual, budaya dan politik orang-orang Turki Rusia dimulai dengan inisiatif ini. Menurut program reformasi yang digagaskan oleh İsmail Gaspıralı, pendidikan harus direformasi, bahasa sastra yang umum harus diadakan untuk orang-orang Turki, dan pendidikan perempuan harus diberikan sama pentingnya seperti untuk laki-laki.

     Bersama para reformis lainnya, Gaspıralı berusaha untuk menyatukan orang-orang Turki Rusia, dengan kesadaran bahwa kebijakan Russization yang telah diterapkan oleh pemerintah Rusia terhadap orang-orang Turki  disana, akan menyebabkan orang-orang Turki menghilang. Dalam reformasi ini, gagasan utama Ismail Gaspıralı adalah usûl-i cedit (metode baru) yang dimunculkan pada tahun 1884. Cara mudah membaca / metode yang digunakan di sekolah yang didirikan Gaspıralı di Bahçesaray di Krimea menjadi semakin meluas. Dan segera menyebar ke wilayah Turki-Islam Rusia lainnya. İsmail Gaspıralı bekerja di bidang pendidikan dan kebudayaan, dan berupaya membangun kesadaran nasionalisme di kalangan orang-orang Turki yang berada di Rusia terlebih dahulu dan kemudian semua orang Turki -di dunia-.

     Salah satu visi terpenting İsmail Gaspıralı mengenai gagasan persatuan di Dunia Turki ini adalah, inisiatif untuk menyeragamkan bahasa Turki. Dia berpikir untuk menggagas Bahasa Turki Istanbul, (Dengan memproses dan menyederhanakan dasar dialek Krimea yang berada di antara dialek Ottoman dan Tatar), menjadi bahasa sastra yang umum bagi semua orang Turki. Bahasa Turki harus dibersihkan dari kata-kata bahasa Persia dan Arab yang tidak penting dan harus dapat dipahami oleh masyarakat luas. Bahasa ini, yang digunakan Gaspıralı untuk menerbitkan Koran Tercüman dan mempengaruhi para intelektual Krimea, Idil-Ural, Kaukasia dan Turkestan. Berbagai literatur telah muncul dari para penulis dengan bahasa ini. Namun, gerakan penyeragaman bahasa Turki yang diprakarsai oleh İsmail Gaspıralı selama periode Uni Soviet mengalami hambatan. Selain itu, perkembangan bahasa daerah pun menggeliat.     

     Tujuan utama Gaspıralı İsmail dengan Koran Tercüman-nya adalah untuk menyeragamkan bahasa Turki. Dalam hal ini, dia memilih bahasa Turki Istanbul untuk dijadikan bahasa yang digunakan dalam koran tersebut. Menurut Gaspıralı, agar dapat difahami oleh seluruh Dunia Turki secara umum, bahasa Turki Istanbul harus disederhanakan dan ungkapan-ungkapan yang berat harus dibuang.

     Hari ini, beberapa pemimpin seperti Recep Tayyip Erdoğan, Nursultan Nazarbayev dan İlham Aliyev berusaha mewujudkan cita-cita Ismail Gaspıralı di berbagai organisasi internasional. Beberapa lembaga internasional seperti Turkish Council, TURKSOY dan the Turkish Academy sedang melakukan upaya ke arah ini. Saya ingin tekankan bahwa tujuan proyek ini bukanlah Pan-Turkisme atau Pan-Turanisme. Karena lembaga-lembaga ini tidak mengajarkan permusuhan, kebencian atau kebencian terhadap suatu negara atau kebangsaan, tetapi hanya bertujuan untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang. Oleh karena itu, lembaga-lembaga ini tidak perlu dicurigai. Saya juga ingin menekankannya bahwa; terwujudnya gagasan Tuan Gaspıralı İsmail  "bersatu dalam bahasa, gagasan dan tindakan" di Dunia Turki, akan memberikan kontribusi besar demi terciptanya perdamaian dunia.



Berita Terkait