Hubungan Turki dan Eurasia (47)

Yusuf Akçura adalah salah satu pemikir hasil dari bentukan perpaduan ide pemikiran di Dunia Turki.

Hubungan Turki dan Eurasia (47)

Kami akan menganalisis gagasan Yusuf Akçura dan bagaimana hal itu mempengaruhi dunia Turki saat ini.

Kami akan sajikan analisis dari asisten Profesor. Dr. Cemil Doğaç İpek Departemen Antar Bangsa Universitas Ataturk

 

     Pada awal tahun 1900-an, hal yang mulai dipikirkan dan dibicarakan tentang persatuan di dunia Turki adalah periode ketika orang-orang Turki dan Muslim memulai berusaha untuk mendefinisikan kembali dan membangun diri mereka melawan kebangkitan peradaban Barat. Sebenarnya, kita dapat menyebut periode ini sebagai masa terbangunnya masyarakat Turki dan Muslim. Kebangkitan ini, yang dimulai dari bidang keagamaan di kota Kazan dan wilayah sekitarnya, kemudian dilanjutkan dalam bentuk gerakan reformasi pendidikan (Ceditism); Pada awal abad ke-20, ini menjadi gerakan yang meluas dalam bentuk kegiatan politik dan nasional. Revolusi Jön Türk, yang muncul di Istanbul pada tahun 1908, mendorong para intelektual Turki Rusia untuk berkun ke Istanbul. Pada periode ini, Istanbul menjadi pusat pemikiran para intelektual yang datang dari Rusia dan Turkistan. Selama periode ini, kedekatan budaya dan pertukaran gagasan yang intensif antara Negara Utsmani dan Turki Rusia terjadi secara meningkat. Tokoh Kazan, Krimea, Kaukasia dan Turkistan memainkan peran penting dalam kehidupan politik dan budaya Utsmaniyah.

     Yusuf Akçura adalah salah satu nama pertama yang muncul dalam pikiran yang saat itu disebut dengan sebuta Union Idea in Turkish World. Akçura lahir di kota Simbir, Kazan, pada tanggal 2 Desember 1879. Karena alasan keuangan, dia harus pindah ke Istanbul pada usia tujuh tahun. Yusuf Akçura adalah seorang intelektual Turki yang pada umur ke-59 tahunnya menyaksikan kejadian yang mengguncang dunia. Dia hidup dalam periode dimana dia memiliki hubungan yang kuat dengan orang-orang Turki di Rusia, dia terlibat dalam hubungan ini, dan dia memainkan peran kepemimpinan dalam banyak hal. Dalam pengembangan gagasan Yusuf Akçura, seorang İsmail Gaspiralı memiliki tempat yang khusus (berbeda). Akçura juga telah membicarakan hal ini dengan data yang beragam. Yusuf Akçura menganggap İsmail Gaspıralı sebagai guru yang sempurna, seorang penulis berbakat, seorang jurnalis yang sangat berbakat dan seseorang yang telah mengabdi di dunia keturkian yang tak pkenal lelah. Yusuf Akçura, yang berperan sebagai anggota cabang utara Turkisme dan tinggal di lingkungan budaya Turkistan Selatan, membentuk wawasannya tentang keturkian yang luas dan komprehensiv.

     Ketika ia kembali ke Krimea pada tahun 1904, Akçura menulis artikel yang terkenal tentang Tiga Gaya Politik, dan menerbitkan artikel tersebut di koran Turki di Kairo. Saat tekanan terhadap orang-orang Turki di Tsar Rusia semakin besar, dikikuti dengan deklarasi konstitusi kedua Kekaisaran Ottoman, Akçura kembali ke Istanbul pada tahun 1908. Sementara dia adalah salah satu pendiri "Asosiasi Turki", institusi pertama yang didasarkan pada prinsip nasionalisme Turki di Kekaisaran Ottoman, dia mulai mengajarkan pelajaran Sejarah Politik Turki di Darülfünun. Pada tanggal 18 Agustus 1911, Mehmet Emin Yurdakul, Ahmet Hikmet Müftüoğlu, Hüseyinzade Ali dan Doktor Akil Muhtar mendirikan Asrama Turki bersama dengan kepala sekolah dan juga merilis sebuah majalah bernama Asrama Turki. Di majalah ini, ia mencoba mengenalkan dunia Turki kepada pembaca  dari kalangan orang-orang Turki pada umumnya. Pada tanggal 12 Maret 1912, Mehmet Emin Yurdakul, Tuan Ahmet Ferit, Ahmet Ağaoğlu dan Tuan Doktor Fuad Sabit, bersama dengan Akçura, mendirikan Rumah Turki.

     Yusuf Akçura telah melihat adanya pembebasan Kekaisaran Ottoman dalam Uni politik dunia Turki. Menurut Akçura, penduduk Turki memiliki populasi 45 sampai 50 juta pada waktu itu dan terdiri dari lima kelompok: Turki Utsmani, Azeri (Kaukasia) Turki, Turki Krimea, Turki Shimal dan Turki Oriental (Turkistan Kazakhstan dan Sarki Turkestan). Yusuf Akçura menggambarkan dunia Turki sebagai berikut: "Pertimbangkan setengah abad yang lalu. Ada tiga benua di sana. Terlihat seperti kain robek yang terpisah ke arah utara-barat. Orang-orang dengan senjata ringannya memetik galian di benua yang besar dan di tiga sudut akhir selatan dan barat. Memahat tiga atau empat yang tergantung dari bawah ke sisi kanan... Saat itu, tetap menjadi bagian utama dunia lama. inilah wilayah Turki, warisan yang kita miliki. Menurut Akçura, geografi ini dimana orang-orang Turki menjalani hidup mereka adalah warisan sejarah orang-orang Turki. Seharusnya Bangsa Turki menjadi kekuatan dominan di wilayah ini. Persatuan sebagian besar Asia dengan bahasa, ras, adat istiadat dan agama dan penyebaran Turki di timur Eropa akan membawa orang-orang Turki ke posisi yang menguntungkan melawan negara-negara lain.

     Warisan Yusuf Akçura hari ini adalah; Recep Tayyip Erdoğan, Nursultan Nazarbayev dan İlham Aliyev, yang semuanya terlibat dalam berbagai organisasi internasional. Berbagai organisasi internasional seperti Turkish Council, TURKSOY dan the Turkish Academy sedang melakukan berbagai penelitian ke arah ini.

                                                      



Berita Terkait