Hubungan Turki dan Eurasia (48)

Proyek TANAP (Trans-Anatolian Natural Gas Pipeline), salah satu proyek pasokan energi terbesar di Eropa yang sedang terus dibangun. Dalam program kali ini, kami akan menganalisis proyek TANAP ini dan pengaruhnya terhadap kawasan sekitar.

Hubungan Turki dan Eurasia (48)

Akan kami sajikan kajian tentang tema ini dari Asisten Profesor, Dr. GörevlisiCemil Doğaç İpek, Departemen Antar Bangsa, Universitas Atatürk..

 

            Proyek TANAP (Trans-Anatolian Natural Gas Pipeline), salah satu proyek pasokan energi terbesar di Eropa yang terus berlanjut. Dalam beberapa hari terakhir, Bank Eropa telah mengumumkan keputusan akan menyediakan 500 juta dolar untuk Rekonstruksi dan Pembangunan proyek tersebut. Proyek ini, yang akan dibangun untuk tujuan keragaman pasokan energi Eropa dan yang secara signifikan akan mencegah emisi karbon, diproyeksikan akan menyalurkan gas alam dari Laut Kaspia ke Eropa melalui Turki.

Seperti diketahui, sebelum World Bank, lembaga keuangan seperti Asian Development Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank telah menyetujui pinjaman senilai sekitar US $ 2 miliar untuk TANAP. Perkembangan dalam pengadaan fisik pada setiap harinya merupakan faktor terpenting untuk mendapatkan dukungan investasi internasional dan lembaga keuangan.

Pada bulan Oktober, manajemen proyek menjelaskan bahwa tahap pertama Proyek ini hampir terselesaikan dan di tahun 2018 sebagai langkah eksperimen akan mulai disalurkan gas ke dalam pipa tersebut. Kontribusi keuangan terhadap proyek ini mengindikasikan bahwa proses fisik akan menghasilkan lebih cepat sesuai yang diharapkan. Biaya proyek, yang dihitung mencapai 12 miliar dolar, turun menjadi 8 miliar dolar karena adanya progres yang dicapai dan transfer gas alam yang lebih cepat dari yang direncanakan, hal ini menunjukkan adanya kekuatan ambisi politik dan pencapaian teknis dalam proyek ini.

Kapasitas pengangkutan gas TANAP yang yang direncanakan memuat 16 miliar meter kubik, sekitar sebanyak 10 miliar meter kubik akan disalurkan ke Eropa dan sisanya akan ditempatkan di Turki. Jika hari ini proyek tersebut berjalan lancar, mulai bulan Januari 2018 gas alam Turki TANAP akan mulai diperkenalkan. Selain itu, pada tahun 2020, ekspor gas ke Eropa akan mulai dilakukan.

Perlu di ingat bahwa proyek ini dimulai pada bulan Maret 2015 dengan sebuah upacara di Kars yang dihadiri oleh Presiden Turki, Presiden Azerbaijan dan Presiden Georgia. Pipa yang akan terbentang di Turki dari Edirne sampai ke Yunani dari Ardahan akan melewati 20 kota di Turki.

TANAP akan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Azerbaijan dan Turki, dan monopoli pasokan energi yang pernah dilakukan oleh negara-negara Eropa di masa lalu. Koridor Gas Selatan, yang merupakan proyek utama TANAP, bernilai sekitar 40 miliar dolar, dengan panjang 3500 kilometer dan totalnya terlentang di 6 negara. Sedangkan TANAP memproyeksikan panjang sekitar 1850 kilometer dalam proyek ini. Koridor Gas Selatan akan disambungkan antara Pipa Kaukasus Selatan dan Jalur Pipa Trans-Adriatik dengan TANAP. Proyek tersebut akan memberikan kontribusi pada kebijakan pasokan gas alam Azerbaijan ke Eropa serta keragaman pasokan Turki dengan menjadi jalur utama di bidang energi.

​            Selain itu, dinyatakan bahwa jika proyek ini selesai, mungkin akan ada penurunan biaya gas alam di Turki yang signifikan. Diharapkan biaya gas alam yang diekstraksi dari cadangan gas alam Azerbaijan Şahdeniz -2 diperkirakan biayanya akan turun dan kebijakan harga rendah akan memberikan efektiftitas dalam proses penawaran ke pasar. Turki hampir sepenuhnya bergantung pada outsourcing konsumsi gas alam. Pemasok utama adalah Rusia, Iran, Azerbaijan, Nigeria dan Aljazair. Gas alam dari Rusia dan Iran dianggap relatif mahal dan energi dari Azerbaijan yang relatif murah untuk dibeli dianggap dapat meningkatkan daya tawar untuk jangka panjang bagi Turki. Dengan adanya TANAP yang melintas di wilayah negara ini, diharapkan dapat dilakukan penghematan 1 sampai 3 miliar dolar di tahap pertama, sementara kontribusi langsung total proyek ini untuk Turki diperkirakan akan mencapai 50 miliar dolar.

TANAP merupakan potensi penting untuk mencapai target Turki untuk dapat menjadi pusat energi antara Eropa, Asia dan Timur Tengah. Sumber daya produksi gas alam dan kedekatannya dengan geografi Eropa yang merupakan letak pangsa pasarnya, memberikan keuntungan besar bagi Turki. Namun, untuk tujuan ini, kepadatan jalur transmisi energi dan kekuatan infrastruktur di dalam negeri sangat diperlukan. Bagaimanapun Turki yang harus menyalurkan gas alam dalam proses TANAP dengan kapasitas sekitar 25 miliar meter kubik, akan mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi di tahun-tahun berikutnya baik di tingkat domestik dan maupun ekspor. Oleh karena itu, pengembangan proyek TANAP di bidang infrastruktur dan terlebih lagi pengembangan teknologi produksi dalam negeri juga jsangat penting dibutuhkan.

Jalur transmisi gas timur laut yang sangat berpotensi dengan (kerjasama) Azerbaijan ini, diharapkan dapat berperan dalam menyalurkan sumber daya Turkmenistan, Kazakhstan, Irak, Iran, dan sumber daya Mediterania Timur lainnya ke Barat. Ini akan menjadi poin penting bagi keuntungan ekonomi dan politik jangka panjang Turki.

 

Demikian kajian dari Asisten Profesor Dr. Cemil Doğaç İpek, Departemen Antar Bangsa, Universitas Atatürk..



Berita Terkait